23 // 24

7:51:00 AM


Selamat datang dua puluh empat!

Sampai jumpa dua puluh tiga. But, to be honest saya masih merasa saya dua puluh tiga. Sesederhana karena 23 adalah tanggal ulang tahun saya, dan saya merasa sayang meninggalkan kombinasi angka favorit saya.

They’ll figure out one day,
What happened on your 24th birthday?
Yuna – Random Awesome

Untuk mempermudah cerita saya, akan saya buat post 2 dan 4 fakta, 2 fakta besar, 4 fakta kecil di posting dua puluh empat ulang tahun saya kali ini. As easy as 1, 2, 3!

DUA fakta:
Satu: RESIGN
Pada awal tahun 2016 ini, saya memutuskan untuk resign dari kantor saya yang super nyaman, URBANE. Saya keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru untuk hal-hal yang saya harapkan akan menjadi lebih baik. Resign dari URBANE adalah hal yang sudah saya rencanakan. Maksudnya, saya bertekad, setelah dua tahun kontrak, saya harus mencari sesuatu yang ‘baru’, dan saya punya batas waktu dua tahun untuk itu.

Ternyata tidak mudah untuk menerima kenyataan saya harus resign, terlalu banyak teman-teman yang sudah akrab dan setiap hari bertemu di sana, kantor yang terlalu nyaman, culture yang menyenangkan. Saya bersyukur untuk semua pelajaran yang dapat saya ambil in total 2 tahun 3 bulan ini. Terhitung sejak Oktober 2013 – Desember 2015. Belum lagi kota Bandung yang saya sayangi nomor dua setelah Jogja, kos-an yang kamarnya sudah nyaman, dengan tempat makan yang saya sudah terlanjur suka, dan sebagainya.

Saya pun sampai mbrambangi waktu hari H terakhir saya di kantor. Januari 2016, resmi tidak terikat oleh kontrak tertentu sebuah perusahaan apapun. Tidak sedikit yang menyayangkan keputusan saya ini, but then, I choose this way anyway.


URBANIAN - Class of 2015

Dua: Awardee LPDP
Satu minggu pertama di Jogja, saya menikmati waktu saya sebagai anak kedua di keluarga saya. Kemudian di awal tahun, saya memulai rencana saya untuk tantangan berikutnya. LPDP. Beasiswa Master, Doktor, Thesis, dan Disertasi oleh Kementrian Keuangan Indonesia. Tentu saja target saya adalah beasiswa untuk Program Master. Beberapa permasalahan yang saya jalani saat proses pendaftaran, salah satunya adalah, tanda tangan Pak Apep! Yaitu senior saya di URBANE, super terima kasih untuk teman saya Mbak Rianti yang mau membantu saya untuk tanda tangan beliau.

LPDP ini bisa dibilang adalah penentu langkah saya selanjutnya di 2016. Kalau diterima bagaimana, kalau tidak diterima bagaimana, dan sebagainya dan sebagainya. Banyak rencana A, B, C, D, E di kepala saya soal kemungkinan-kemungkinan. Baik dari hal yang paling memungkinkan, paling tidak memungkinkan, paling baik, hingga paling buruk.

Allah Maha Baik, proses seleksi LPDP alhamdulillah berjalan lancar, dari seleksi dokumen sampai substansi. Tes wawancara, LGD, dan essay berhasil saya lalui. Maret 2016, beberapa minggu sebelum ulang tahun saya, saya resmi dinyatakan lulus dari seleksi substansi LPDP.

---

Dua fakta besar tadi adalah dua titik balik saya di usia 24. Dua fakta tadi; totally changed my life. Kalau misal saya tidak jadi resign, apakah saya bisa mendapatkan beasiswa LPDP? Atau sebaliknya, jika saya resign dan tidak dapat beasiswa LPDP, sekarang saya sedang apa? Somehow saya bertanya-tanya dalam hati, but then, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak usah dipikirkan dan tidak memerlukan jawaban, jalani apa yang sudah dibukakan jalannya.

---
EMPAT fakta:
SATU: What do I do, now?
Pertanyaan banyak orang ketika tahu saya resign. Ya, apa kesibukan saya sekarang? Kesibukan saya, mempersiapkan LPDP (sebelum diterima), ikut Kelas Inspirasi Yogyakarta, persiapan PK (setelah diterima LPDP), pendaftaran universitas untuk S2, Online Shop dengan teman dekat saya, freelance ilustrasi dan desain, menulis, dan lain-lain. Intinya, kalau saya sih, kesibukan itu pasti ada, kalau kalian tidak sibuk, carilah kesibukan. Kalau tidak ada pekerjaan, buatlah pekerjaan itu sendiri.
I’ve been here and proved that, rezeki itu pasti ada, buat orang yang bekerja maupun tidak. It’s depends on how you pick your rizq. And remember that, rezeki bentuknya tidak selalu berupa uang.

Kelas Inspirasi Yogyakarta 2016
DUA: Rejected, Declined, Admitted
For some and various reasons, I’ve been rejected by my main uni that I proposed to LPDP. Begitu tahu fakta aplikasi saya Deleted, kemudian Rejected, saya kacau nya bukan main. Kemudian saya mendaftar beberapa uni lain untuk intake tahun ini. Kuncinya: cari yang sudah berada di list universitas LPDP, dan cari yang sesuai dengan jurusanmu. Awalnya saya adalah tipe pencari negara, namun kemudian saya berubah menjadi tipe pencari jurusan. Sebagus-bagusnya negara yang kamu tinggali, apa jadinya kalau bukan jurusan yang kamu inginkan?

Setelah rejected, akhirnya ada 2 uni yang mau admitted saya, disusul satu lagi universitas terakhir, yang sama sekali tidak terbersit di pikiran saya. Justru itulah yang saya approve. Funny, right?
You don’t get what you really want. God knows which one you need the best rather than what you want. Well, choice already choosen. I’ll see you there, then!

TIGA: Sisterhood South Korea Trip
Dengan nekatnya, di tengah-tengah badai PK dan universitas, saya dan sepupu saya, Caca, malah berangkat trip ke Korea. Haha. Bagaimana, ini tiket yang sudah kami beli sejak tahun 2015 dengan harga 3,5 PP sudah termasuk bagasi, dengan keberangkatan dari SUB – KUL – ICN. Kami yang memang sama-sama sedang chaos pekerjaan, kuliah, dan beasiswa lain lain sebagainya, akhirnya baru fiksasi itinerary di hari terakhir kami di Surabaya. Kami melakukan perjalanan dari tanggal 5 – 10 April. Seru! Berdua saja ke Korea, bermodalkan map, internet, dan kepercayaan pada Min Young, owner dari hostel kami. Beberapa pengalaman yang sama-sama kami berdua belum pernah alami, Caca belum pernah menginap di backpacker hostel, saya yang belum pernah luggage trip, it’s always backpack! (kecuali perjalanan yang dibayari sih). Kami berdua jalan-jalan santai sesuai keinginan kami berdua saja, no pressure, kalau ingin kembali ke sana, kembali, kalau malas, yasudah tidak ke san. What a lovely trip that we have! And even more; it’s Spring time!
You can looking for my hashtag: #springdontflirt on instagram. And I’ll share my South Korea trip to you after my Japan Trip, please wish me luck for this.


South Korea's Vibe
EMPAT: PK, Persiapan Keberangkatan, PINISI, PK-67
Last, but not least. Sebagai kewajiban dari Awardee LPDP, saya harus mengikuti rangkaian acara Persiapan Keberangkatan selama kurang lebih satu sampai dua bulan sebelum (Pra-PK), yaitu dengan berbagai macam tugas-tugasnya, hingga ke hari-H PK yaitu tanggal 16 – 21 Mei lalu. Buat saya, berkenalan dengan 129 teman-teman baru dari berbagai macam latar belakang ilmu, asal daerah, tujuan, jenjang karir, jenjang pendidikan, karakter, dan pola pikir benar-benar refresh dan merupakan pengalaman yang super seru dan menarik. Saya pribadi tidak menyangka, PK akan menjadi momen yang membawa-perasaan (baper), ‘cause at first, saya sebenarnya berniat untuk melakukannya sebagai kewajiban semata. But then, toh, saat PK berlangsung, terutama di hari ke-3, 4, 5, baper itu mulai muncul. Pertemuan kami, 130 orang, yang sekiranya hanya akan terjadi pada saat PK saja (16-21 Mei) dan kemudian akan terpencar menuju berbagai macam negara tujuan maupun universitas tujuan. See you soon, or later, guys!

Banda - Ku, PK-67
Empat fakta tambahan tadi merupakan hal-hal yang mendominasi hidup saya selama setengah tahun 2016 ini. Guess what, hidup saya 6 bulan ini benar-benar penuh warna, dari kegiatan A, B, C; pekerjaan A, B, C; pergi ke A, B, C; bertemu, 1, 2, 3, ... 130 orang baru, and so on, and so on. Percaya bahwa, tidak semua yang kamu inginkan kamu butuhkan, and then, you’ll be grateful for what God give to you.

Afterall, 2016 turns out really great! My 24 is really unpredictable.
Let’s make another roller coaster year ahead, 24!

Addina Faizati, 24
Akhirnya me-nyelo-kan diri untuk nge-blog

PS: Beberapa poin menarik dan yang sekiranya akan bermanfaat untuk banyak orang mungkin akan saya posting dalam post terpisah untuk lebih detailnya. Please wait :)


Posting terkait:

You Might Also Like

0 comments