Indochina Trip (5Countries 10Days): God is in Details

12:33:00 PM

Sebelumnya :
Indochina Trip (5Countries 10Days) : Prolog
Indochina Trip (5Countries 10Days) : Malam di Singapura
Indochina Trip (5Countries 10Days): Suatu Siang (yang panjang) di Singapura
Indochina Trip (5Countries 10Days): Karma Malaka
Indochina Trip (5Countries 10Days): Such a Slow Day in Malacca
Indochina Trip (5Countries 10Days): Bangkok's Unpredictable Crowd

Day 5, 3 April 2015

Old but Gold
Selamat pagi dari Bangkok! Awalnya, rencana kami adalah menuju Ayutthaya hari ini karena memerlukan waktu seharian, sedangkan area Grand Palace sudah dihabiskan siang-sore kemarin. But well, seperti judul sebelumnya, Bangkok's Unpredictable Crowd, jadi lah pagi hari sambil sarapan (best breakfast so far, Suneta!) sandwich tuna dan buah-buah segar khas Bangkok kami mendiskusikan rencana kami hari ini. Perjalanan menuju Ayutthaya membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan menggunakan kereta, permasalahan lain adalah tiket masuk Grand Palace super mahal! Dengan pertimbangan lebih dekat-lebih hemat biaya ditambah dengan 'ke Bangkok, menginap di Khao San, tapi tidak ke Grand Palace?' Akhirnya kami memutuskan untuk menjelajah area Grand Palace hari itu.

Sebelumnya, kami check out terlebih dahulu karena Suneta saya anggap terlalu mahal, kami keluar sekitar pukul 9 sambil mencari hostel baru, sepertinya cuma saya yang ingin lebih menekan biaya penginapan dibandingkan mereka, akhirnya kami menemukan hostel dengan harga yang cocok (200Baht) dengan selisih harga mencapai 500Baht dengan Suneta! Tentu saja dengan kualitas yang berbeda, but well, saya tidak begitu mempermasalahkannya.

Kami meletakkan tas kami dan segera menuju Grand Palace dan kami cukup terkejut dengan ke-super-ramai-an-nya! Cukup mengingatkan saya dengan suasana di Don Mueang kemarin. Masuk Grand Palace cukup mahal yaitu 500 Baht per orang untuk foreigner, sebenarnya, banyak cara-cara 'belakang' agar bisa masuk dengan gratis seperti layaknya warga pribumi sih, namun menurut kami terlalu beresiko untuk melakukannya. Beruntungnya, 500 Baht tadi sudah termasuk biaya untuk beberapa museum di sekitar Grand Palace. Oh ya, Grand Palace tidak diperbolehkan untuk yang mengenakan celana pendek.

Kami masuk Grand Palace sekitar pukul 10 pagi, and that was soooooo freaking hot and soooooooo freaking huge! Whoa. Memang wajar 'dihargai' 500 Baht untuk kawasan sebesar itu. Kami sendiri cukup bingung dengan alurnya, mau lihat ini dulu atau itu dulu atau memotret yang mana dulu? Ditambah dengan suasana akhir pekan yang super ramai.

Whoa. All that I can say for Grand Palace is: God is in Details. Detail bangunan mereka benar-benar gila. Setiap detail dipasang dengan hati-hati berupa potongan-potongan keramik (bukan motif) sendiri dan ditempel satu-satu. Untuk detail cat bagian ceiling kami melihat proses maintenance nya saat itu kebetulan beberapa lorong sedang di maintenance, ya, satu-satu di sablon dengan cara tradisional berupa cat spray dan karton yang dilubangi membentuk motif! Satu-satu sepanjang lorong! Whoa.

Crazy details
Crazy details
Old but Gold is literally explain Grand Palace. Pagoda-pagoda nya terdiri dari beberapa bagian atap utama yang berwarna kuning keemasan, bisa dibayangkan kalau siang hari di antara teriknya Bangkok, bagaimana silaunya atap-atap pagoda tadi. Soooo shining soo bright (put shining emoji here). Pada awal perjalanan, kami disuguhi oleh sejarah Grand Palace dengan lukisan di dinding lorong yang dilukis dengan perspektif yang aneh. Semacam relief kalau di candi hanya saja lebih modern. Lalu di sisi kanan sudah ada berdiri banyak pagoda dan bungalow untuk beristirahat.

Sebenarnya saya juga bingung bagaimana menjelaskannya, yang jelas Grand Palace benar-benar besar dan banyak dan detail dan berkilauan. Ohya, pada bangunan utama Grand Palace juga dapat dilihat prototype Angkor Wat, konon ada hubungan antara budha Grand Palace dan budha Angkor Wat. Pagoda di Grand Palace juga digunakan sebagai tempat ibadah seperti Borobudur, lo. Ada beberapa ruangan besar yang bisa dimasuki (syarat: lepas sepatu, tapi tenang setiap pengunjung dipinjami tas serut untuk menyimpan sepatunya masing-masing) dan merupakan tempat ibadah umat Budha Thailand.

Sekitar pukul 1 siang, ada pengumuman bahwa beberapa area di dalam Grand Palace akan ditutup untuk keperluan ibadah rutin mingguan. Kami memutuskan untuk beristirahat dan minum dari free cold water yang disediakan sambil melihat ibadah. Sekitar pukul 2 kami sudah merasa cukup dan teler berkeliling Grand Palace dan menuju ke arah Wat Pho.

Wat Pho adalah temple yang berisi patung budha tidur raksasa dengan harga tiket masuk 100Baht. Wat Pho terletak di belakang Grand Palace dan berada di dekat entah temple apalagi itu di sekitarnya. Kami masuk-masuk saja ke temple di sekitar Grand Palace, ada yang gratis, ada yang bayar 25-50Baht, dan terakhir Wat Pho 100Baht.

The biggest Sleeping Buddha
Pagoda di sekitaran Wat Pho
The Sleeping Buddha statue is soooooo big! Selain itu, ada juga patung-patung budha lainnya. Ada juga pagoda pagoda kecil dengan patung budha untuk beribadah. Berdasarkan info yang saya dengar, setiap patung budha merepresentasikan suatu permohonan atau hari tertentu, karena ada patung budha yang saat kami datangi menjadi tempat ibadah, ada yang tidak. Konon saat hari Jumat adalah hari untuk beribadah kepada budha tersebut.

Jujus saja, kami merasa 'kemanisan' dengan detail dan kilauan setiap temple di area Grand Palace. Saya sampai lelah dan tidak tahu harus memotret yang mana karena terlihat sama saja. Hanya saja memang perlu diacungi jempol bagaimana mereka membuat itu semua begitu detail dan telaten satu persatu pada jamannya.

Sekitar pukul 2-3 sore kami memutuskan untuk segera pulang. Begitu keluar dari Wat Pho setelah sesiangan kepanasan di area Grand Palace, otomatis kami menelan ludah melihat banyaknya buah, jus, dan es yang dijual di pasar terdekat di sekitar situ, dan akhirnya kami membeli es krim yang diletakkan di atas buah kelapa dan membeli jus buah kelapanya sambil berjalan kembali menuju Khao San Road.

Es krim kelapa
Kami memutuskan makan pad thai (lagi) di Khao San Road sambil menikmati Khao San Road. Duduk saja di tepi jalan sambil melihat orang-orang berlalu lalang (mostly foreigner) cukup menyenangkan. Setelah hari cukup sore, kami kembali ke hostel, mandi, dan berberes diri dari keringat yang super banyak dari panasnya Bangko hari ini, baru kemudian menjelang maghrib kami mulai untuk berjalan lagi menyusuri area Khao San Road.

Area Khao San Road ini sebenarnya terdiri dari 3 ruas jalan yang namanya berbeda-beda dan menjadi pusat keramaian wisata selama 24 jam. Isinya macam-macam, street food, oleh-oleh gelang, minuman, mainan, extreme food, dan pasti ada saja orang berlalu-lalang di sana. Malam itu kami berencana untuk mencicipi berbagai macam street food di sana, dari semacam canai, mango sticky rice, jus, thai tea sevel, tom yam, dan entah berapa jenis makanan lagi yang sudah kami cicipi, sudah berapa kali juga kami mengitari area Khao San. Kami sempat memergoki adegan pencopetan yang berlangsung cukup ricuh. Saya juga membeli beberapa gelang khas Thailand yang cara pembuatannya adalah dengan dililitkan manual oleh ibu-ibu yang berjualan. Street food di Khao San benar-benar surga, kalau saja kami punya lebih banyak uang untuk jajan. Sayang sekali saya tidak begitu banyak mengabadikan suasana Khao San karena I'm literally too tired to take a picture and busy with foods too.

Malam di Khao San Road benar-benar panjang! Karena besok pagi kami harus mengejar bus terpagi menuju Kamboja, kami kembali ke hostel untuk segera beristirahat setelah strolling around Khao San sampai pukul 11 malam.

We really have a nice two days at Bangkok, especially Khao San Road and its lovely street food.
Can't wait for the next country we'll pass tomorrow, Cambodia.
Hold on, guys!

Selanjutnya:
IndoChina Trip (5Countries 10 Days): Crowded yet Empty Cambodia
IndoChina Trip (5Countries 10Days): Mystical Sunrise in Angkor Wat
IndoChina Trip (5Countries 10Days): Last Stop: Ho Chi Minh City!
IndoChina Trip (5Countries 10 Days): Lovely Ho Chi Minh City
IndoChina Trip (5Countries 10Days): Epilog
IndoChina Trip (5Countries 10Days): Budget and Itinerary
Addina Faizati

You Might Also Like

2 comments

  1. kebayang keluar dari grand place dapat jaminan kulit gosong
    ahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. habis itu dibakar matahari Angkor Wat tambah gosong

      Delete