Cerita Tentang Birokrasi di Italia

By addinaf - 9:17:00 PM

Halo semua! Kali ini aku akan menulis menggunakan Bahasa Indonesia dan menceritakan tentang serba-serbi dokumen dan birokrasi di Italia berdasarkan pengalamanku tinggal di Italia selama 3 tahun terakhir, baik sebagai student maupun dengan status istri (dan urusan dokumen family dan sebagainya).


Permasalahan dokumen ini memang sudah jadi hal yang 'biasa' untuk pendatang seperti kami-kami, dan tidak hanya dialami oleh teman-teman pelajar dari Indonesia saja, tapi juga teman-teman pendatang pelajar dari manapun (non EU) dan pendatang (sudah bekerja/expat) secara umum. Rasa-rasanya semakin tahun pelayanan birokrasi ini semakin rumit dan diperpanjang durasinya, entah kenapa. Disclaimer: I'm not saying that all Italian bureaucracy systems are bad, but this permit things are the worst out of all.

#1 Permesso di Soggiorno (Residence Permit) (Student version)
Permesso di Soggiorno (yang selanjutnya akan kusingkat penulisannya menjadi Permesso) adalah residence permit atau izin tinggal di Italia untuk pendatang. Permesso ini ada beberapa jenisnya; berikut adalah jenis-jenis yang aku ketahui secara langsung: Permesso di Soggiorno Studente (student/pelajar), Permesso di Soggiorno Cerca di Lavoro (untuk mencari pekerjaan, berlaku hanya 1 tahun setelah lulus), Permesso di Soggiorno Lavoro (pekerja).

Permesso di Soggiorno
Source: stranieriinitalia.it

Permesso di Soggiorno ini fungsinya adalah sebagai bukti bahwa kamu/pendatang tersebut terdaftar secara legal dan memiliki izin untuk tinggal, beraktivitas, dan bermobilisasi (traveling) baik di dalam Italia maupun di luar Italia (Schengen/negara-negara di Eropa (kecuali UK)). Jadi, sebagai student yang jiwa travelingnya meledak-ledak, pastikan kalau kamu tinggal di Italia, maksimalkan waktu jalan-jalanmu ke luar negeri saat Permesso di Soggiorno mu masih berlaku.

Nah, bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat izin tinggal ini? Kira-kira semuanya sudah ada di internet (waktu itu aku selalu merujuk pada website kampus pada bagian polimi international), untuk gambarannya, pasti ada bukti kuliah untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar ada 'aktivitas' dan keperluan di Italia, bukti kontrak rumah (apartemen) untuk membuktikan bahwa kamu punya tempat tinggal, bukti keuangan yang layak untuk membuktikan kemampuan finansialmu yang bisa berupa bukti beasiswa (jika beasiswa), atau bukti print rekening koran keuangan dengan nominal minimal sekian, codice fiscale (nomor kode penduduk di Italia), paspor, visa, dan sebagainya masih standard.

Langkah pertama adalah, datang ke Poste Italiane dan mengambil Permesso Kit, atau amplop yang berisi formulir isian dan tata cara pengisiannya. Setelah kamu mengisi dokumen tersebut, submit ke Poste yang sama dan membayar asuransi yang berlaku selama satu tahun sebagai syarat. Jadi saat submit kamu harus membayar permesso kit submission (30 EUR) + asuransi (95 EUR). Setelah submit, kamu akan mendapatkan print jadwal finger print ke Questura (kantor polisi) terdekat di alamat rumah yang kamu submit tadi. Jadwal ini sudah di-generate secara otomatis oleh komputernya, jadi ya tidak bisa request khusus mau hari apa kapan jam berapa.

Form Permesso di Soggiorno Kit
Source: https://www.accademiaitaliana.com/en/services/residency-permit

Permasalahannya, jadwal finger print sekaligus pengecekan dokumen-dokumen ini bisa 3 sampai 4 bulan ke depan. Sebagai contoh, misal aku daftar permesso di bulan April, appointment untuk finger print baru dapat di bulan September. Bulan Agustus dihitung libur musim panas, dan hanya menerima pengambilan Permesso di Soggiorno yang sudah jadi. Permasalahan lainnya adalah, untuk yang perpanjang, dokumen perpanjangan hanya boleh disubmit minimal 60 hari dari masa berlaku habis. Dalam artian, akan ada jeda minimal 3 bulan tidak memiliki ijin tinggal dan hanya bisa bermobilisasi di dalam Italia.

Oke, jadi, apa yang harus dilakukan pada hari appointment di Questura? Datang awal dan bawa semua dokumen asli yang dibutuhkan (yang sudah disebutkan tadi). Bisa dipastikan pasti rame dan banyak antrian pendatang-pendatang lain untuk melakukan proses finger print, dan antri lagi, menunggu lagi. Bisa sampai 2-3 jam, aku sendiri kurang paham apa yang bikin lama dan meresahkan, entah mungkin orang sebelumnya ada yang kurang dokumennya dan sebagainya-dan sebagainya. Yang jelas, hari finger print adalah hari yang cukup jadi momok buatku pribadi.

Setelah semua proses verifikasi dokumen dan finger print beres, pulang, dan dalam jangka waktu 3 minggu sampai 1 bulan (atau mungkin lebih) akan ada sms dari Poste yang menginfokan bahwa kartu Permesso di Soggiorno sudah selesai dan ada jadwal pengambilan. Pengambilan harus datang lagi ke Questura, antri lagi, dan sebagainya. Ohya, tambahan, Permesso di Soggiorno ini berlaku satu tahun dihitung dari submission dokumen. LOL. Bisa dibayangkan dong ya ruginya gimana harus 'membuang' waktu untuk proses tersebut.

Suasana antrian finger print di Questura
Source: cislbrescia.it

Tambahan penderitaan lagi, buat yang permessonya habis masa berlakunya atau sedang dalam proses tunggu, tidak boleh kemana-mana (negara lain) selain negara asalnya sendiri. Dalam artian, misal sambil menunggu pulang ke Indonesia mampir negara mana untuk transit, setahuku tidak diperbolehkan.

Untuk Permesso tipe yang lain-lain sebenarnya kurang lebih sama. Hanya saja perbedaannya untuk Permesso di Soggiorno Cerca di Lavoro adalah izin tinggal 'bonus' selama satu tahun setelah lulus untuk lulusan institut/universitas di Italia mencari kerja. Dokumen yang diperlukan kurang lebih sama plus tambahan dokumen ijazah atau bukti kelulusan, tipe izin tinggal ini juga tidak mewajibkan membayar asuransi dengan asumi karena memang belum memiliki uang (karena masih mencari pekerjaan itu tadi). Untuk Permesso di Soggiorno Lavoro, jangka waktu nya bisa dua tahun tergantung dari tipe pekerjaannya. Jangka waktu tersebut juga bisa didapat secara gradually, dalam artian misal pertama bisa membuat izin tinggal selama dua tahun penuh, baru selanjutnya bisa membuat izin tinggal selama lima tahun dan seterusnya.

Memang ada isu-isu kalau proses pembuatan izin tinggal ini dipersulit untuk menghindari peledakan pendatang gelap atau refugee-refugee yang notabene memang sudah 'memenuhi' Italia dan pemerintah Italia sendiri sudah mulai menolak keberadaannya. Sebenarnya yang kasihan adalah pendatang yang datang dengan cara legal dan memiliki keperluan yang valid (terutama student dan pekerja 'beneran' yang ada keperluan tertentu menggunakan keistimewaan izin tinggal ini).

Saat ini, Najih sedang dalam proses penggantian tipe Permesso di Soggiorno dari Cerca di Lavoro menjadi Lavoro, sedangkan aku akan mengganti tipe dari Student menjadi tipe Famiglia, dalam artian, Permesso di Soggiorno ku akan berlaku dan 'terurus' bersamaan dengan izin tinggal milik suami, apapun aktivitas atau kegiatanku. Tampilan kartu izin tinggal ini kalau tidak salah sama semua di Eropa (yang membedakan hologram lambang negara dan bahasanya).

#2 Residenza & Carta Identita
Selanjutnya adalah kartu identitas semacam KTP yang menunjukkan bukti 'tinggal' pada sebuah kota tertentu. Dua hal ini tidak perlu diurus kecuali kamu membutuhkannya. Pada kasusku dan Najih, kami membuat dokumen ini karena kami memang tinggal di Italia dan kedua kartu ini dibutuhkan untuk hal-hal lain yang bersifat lebih kependudukan untuk jangka panjang (pekerjaan, asuransi kesehatan, SIM, dan lain-lain). Carta Identita ini juga bisa menjadi pengganti identitas selain Permesso di Soggiorno yang berlaku di Italia.

Residenza adalah bukti bahwa kamu tinggal di Comune atau kota tersebut. Setelah mendaftarkan diri ke Comune terdekat (kantor kelurahan), dalam jangka waktu 1 - 3 minggu ke depan tim Comune akan melakukan pengecekan alamat rumah, kontrak rumah, dan kelayakan rumah yang kamu tinggali tersebut untuk syarat kelayakan Residenza.

Carta Identita
Source: https://www.corrierecomunicazioni.it/digital-economy/carta-di-identita-elettronica-italia-verso-il-bollino-europeo-fra-i-primi-paesi-ue/

Setelah ada pengecekan kelayakan, satu minggu kemudian kamu sudah resmi memiliki 'residenza' atau tercatat sebagai penduduk kota tersebut. Selanjutnya, kamu bisa membuat Carta Identita di Comune atau kantor kelurahan yang sama di tempat kamu terdaftar sebagai penduduk itu tadi. Proses pendaftaran hanya bisa dilakukan setelah kamu terdaftar sebagai penduduk kota tersebut (residenza). Kira-kira setelah satu bulan, Carta Identita akan dikirim ke alamat rumah yang terdaftar. Pembuatan Residenza dan Carta Identita ini kalau tidak salah dipungut biaya materai (marca da bolo) sebesar 16 EUR (kurang lebih total 20 EUR).

#3 Tessera Sanitaria
Tessera Sanitaria adalah kartu asuransi di kota di mana kamu tinggal atau terdaftar. Sebenarnya bisa melakukan pendaftaran dengan menggunakan asuransi yang sudah dibayarkan dari Permesso di Soggiorno (student), namun selama 2 tahun menjadi student, aku belum pernah mendaftarkan diri dan memiliki kartu langganan tersebut, jadi hanya bermodalkan Permesso di Soggiorno saja.

Setelah menjadi penduduk, akses untuk kesehatan jadi lebih mudah dibandingkan saat masih jadi pelajar. Karena sudah memiliki Carta Identita, tinggal datang ke Azienda Sanitaria Locale atau kantor yang mengurusi kesehatan penduduk lokal, dengan modal Carta Identita dan Permesso di Soggiorno, kartu kesehatan ini akan berlaku sampai Permesso di Soggiorno habis masa berlakunya.

Tessera Sanitaria
Source: https://www.tisostengo.com/2019/02/25/tessera-sanitaria-tutte-le-spese-consultabili-online/

Contoh benefit yang didapat dari kartu ini adalah pengecekan pencegahan anti kanker dini untuk perempuan, gratis berobat di dokter atau rumah sakit yang sudah ditunjuk, dan sebagainya. Kira-kira seperti BPJS. Rata-rata dokter atau rumah sakit yang sudah ditunjuk benar-benar dekat dari rumah, contohnya rumah sakit rujukan hanya kira-kira 1km dari rumah, begitu juga dokter yang ditunjuk. Aku pernah menggunakan fasilitas rumah sakit untuk pengecekan pencegahan kanker, Najih pernah menggunakan fasilitas berobat ke dokter. Pembuatan kartu pelayanan kesehatan ini tidak dipungut biaya.

#4 Patente di Guida (Driver's License)
Selanjutnya, yang lebih tersier, adalah driver's license atau SIM. Setelah beberapa tahun tinggal di Italia pasti merasa membutuhkan mobil untuk bermobilisasi lebih. Bukan berarti fasilitas transportasi umumnya jelek, tapi dengan menggunakan mobil bisa lebih menjangkau tujuan-tujuan yang mungkin lebih susah terjangkau transportasi umum. Misal ke gunung, ke pantai, lebih mudah dan cepat, atau untuk pindahan. Percayalah, pada satu titik, kebutuhan bermobilisasi menggunakan mobil itu nyata adanya.

Bisa menggunakan SIM Internasional yang sudah dibuat dari Indonesia dengan catatan, SIM tersebut hanya berlaku satu tahun setelah terdaftar menjadi Residenza atau kepemilikan Carta Identita. Sedangkan untuk membuat Patente atau SIM Italia, harus memiliki Carta Identita terlebih dahulu.

Oke, jadi bagaimana caranya untuk mendapatkan Patente (SIM Italia dan Eropa secara umum)? Caranya adalah mendaftar ke Auto Scuola terdekat, atau sekolah menyetir terdekat untuk mendapatkan buku dan kelas teori mengenai peraturan jalanan di Italia, rambu-rambu, tata cara menyetir, dan pelajaran basic mengenai asuransi mobil. Tebal bukunya ada sampai 300 halaman kali ya, dan isinya benar-benar teori jalanan berkendara.

Ilustrasi kartu Patente di Guida dan suasana tes
Source: https://www.fiapautotrasporti.it/ultime-dal-trasporto/rettifica-di-errori-di-digitazione-sulla-patente-di-guida-e-sulle-carte-di-circolazione-circolari-mit-circ-224-2018/

Peserta bebas mau mengikuti kelas berapa banyak atau berapa lama sampai dirasa sudah paham. Kelas kadang mengadakan kuis atau simulasi tes teori berupa 40 soal Y/N dan maksimal hanya boleh salah sebanyak 4 soal (pada ujian benerannya), jadi diasumsikan saat kuis di kelas hanya boleh maksimal salah 3 soal. Jika sudah bisa melewati kuis-kuis tersebut dengan jumlah salah kurang dari tiga, baru boleh melakukan pendaftaran untuk mengikuti ujian teori tersebut.

Ujian teori dibatasi, per sekolah, per kota, hanya boleh mendaftarkan sekian jumlah peserta. Jadi secara umum intinya adalah antri. Contohnya Najih sudah ikut kelas dari Maret, daftar untuk tes teori dari bulan Juni, kira-kira baru dapat giliran untuk tes akhir Agustus atau September ini. Kalau tesnya lancar, peserta baru boleh menuju tahap selanjutnya yaitu praktek. Jika gagal, kalau tidak salah ada jumlah maksimal tes sebanyak 3x, jika gagal semua, peserta harus melakukan pendaftaran dan pembayaran ulang untuk mengikuti kelas lagi (ulang proses dari awal).

Fase selanjutnya yaitu praktek, peserta wajib mengikuti kelas menyetir atau bimbingan sebanyak 10x atau hingga dianggap mampu dilepas di jalan oleh guru sekolah mobil. Baru kemudian diizinkan untuk mengikuti tes praktek, yang kira-kira prosesnya sama seperti di awal tadi. Mendaftar - menunggu giliran - tes. Jika gagal sampai maksimal 3x, peserta harus mengulang dari tes teori. LOL

Jika berhasil dengan lancar, peserta baru bisa mendapatkan Patente alias SIM. Tentu saja ada peraturan tambahan, 1 tahun pertama kepemilikan SIM, hanya boleh mengendarai mobil tipe tertentu yang biasanya ada keterangan Neopatenti atau pengendara baru. Misal, mesin dibawah sekian cc, sekian kW, dan sebagainya dan sebagainya. Jadi belum boleh langsung mengendari mobil besar misalnya.

Setiap pengendara juga tercatat scoring atau poinnya, jadi misal setiap melanggar peraturan dan tertangkap kamera CCTV, akan mendapat surat yang dialamatkan ke alamat kepemilikan mobil dan berkurang poinnya. Atau terjadi kecelakaan, akan berkurang poinnya. Pengurangan poin ini tergantung dari tipe pelanggaran yang terjadi bahkan bisa terjadi pencabutan SIM dan si pengendara harus mengulang semua proses tadi dari awal lagi. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan SIM ini bisa mencapai 1000 EUR.

#5 Certificato di Matrimonio (Akta Nikah)
Last but not least, dokumen yang penting untuk status suami istri kami di sini yang berpengaruh kepada pajak, asuransi kesehatan, dan izin tinggal. Certificato di Matrimonio alias akta nikah. Jadi, kami sudah menikah dan diakui menikah hanya di Indonesia dengan bukti Buku Nikah. Bagaimana cara agar diakui juga di Italia?

Prosesnya cukup panjang dan membutuhkan biaya banyak (di Indonesia nya). Kami harus melakukan translasi dokumen buku nikah dan legalisasi translasi tersebut ke berbagai macam kementrian terkait hingga tahap kedutaan besar Italia di Indonesia.

Jadi pertama harus ada surat pernyataan benar ada pernikahan A dan B di X jam Y oleh KUA tempat berlangsungnya pernikahan. Kemudian buku nikah keduanya harus ada dan ditranslasi (yang ditranslasi hanya 1 buku karena isinya sama) ke Bahasa Italia oleh translator yang sah. Setelah proses penerjemahan, dokumen terjemahan harus dilegalisasi oleh Kementrian Agama Indonesia membuktikan bahwa dokumen translasi ini sah dan buku nikah tersebut asli (nantinya akan ada lembar tambahan untuk legalisasi di buku nikah), setelah itu juga harus ke Kementrian Hukum dan HAM melegalisasi untuk membuktikan bahwa ini sah secara hukum, kemudian ke Kementrian Dalam Negeri, baru terakhir dicap dan disahkan keaslian dan translasinya oleh Kedutaan Besar Italia di Indonesia.

Nah, pada semua fase itu, siapa yang mau mengerjakan? Kami berdua tidak bisa melakukannya sendirian, maka kami membayar orang untuk melakukan semua itu plus biaya translasi dan pengiriman dokumen bolak-balik dari Italia. Setelah menunggu kira-kira satu bulan (menunggu proses pengiriman, translasi, dan legalisasi) akhirnya dokumen itu di tangan kami juga.

Selanjutnya kami ke Comune atau kantor kelurahan terdekat dengan dokumen tersebut (yang sudah dalam Bahasa Italia) dan buku nikah asli berbahasa Indonesia untuk mencatatkan pernikahan kami ke catatan sipil Italia. Kami harus menjelaskan bahwa memang akta nikah di Indonesia untuk yang menikah prosesnya dengan KUA ya berbentuk buku nikah, dan menjelaskan legalisasi ini apa dan sebagainya. Walaupun sudah ada cap dari kedubes Italia, tapi ya wajar sih kalau masih harus ditanya-tanya.

Ilustrasi Akta Nikah (ya bener-bener cuma kaya gini kira-kira)
Source: https://www.zerocrazia.com/shop/anagrafe-comune/certificato-di-matrimonio/

Akhirnya setelah menunggu proses selama kurang lebih 2-3 minggu, pernikahan kami tercatat juga di catatan sipil Italia. Proses ini tidak mengeluarkan biaya apapun di Italia, pengeluaran besar di Indonesia proses legalisasi yang pada dasarnya memang harus bayar perlembar dan ditambah kami membayar orang untuk melakukan itu semua.

Kira-kira itu adalah proses dokumen dan birokrasi yang sedang dan sudah aku dan Najih lalui selama di Italia. Semoga cukup ada gambaran tentang bagaimana ribetnya proses-proses tersebut, walaupun sebenernya untuk beberapa hal keribetan ya dimaklumi, tapi aku yakin pasti bisa dipermudah atau dipercepat prosesnya (terutama untuk izin tinggal). Wajar juga sih ya karena ya namanya juga pendatang wajib urus ini itu apalagi dari jauh dan beda bahasa.

Semoga ke depannya dipermudah setelah semua lebih settled down dan lebih lengkap persayaratannya.

Addina Faizati
Sepulang urus-urus dokumen,
Brescia, 2019

  • Share:

You Might Also Like

0 comments