Milan Daily: Transportation | Commuting

By Addina Faizati - 4:04:00 AM

Ciao!

Well, dikarenakan oleh sebuah poll twitter remeh-temeh yang saya lakukan di twitter, saya memutuskan untuk membuat seri; Milan Daily, di mana saya akan menceritakan mengenai hal-hal harian yang saya alami, lakukan, sebagai rutinitas maupun sebagai facts yang sebaiknya saya pahami sebagai mahasiswi yang tinggal di Milan.


Semoga seri ini akan berlangsung secara berkelanjutan, ya! finger crossed.
Pada seri pertama, saya akan menuliskan tentang; Transportation a.k.a. Commuting. Basic things tentang kehidupan bermobilisasi di Milan. Enjoy!

First thing first, Milan adalah kota metropolitan terbesar di Itali, dan kota terbesar kedua, setelah Roma. Milan adalah pusat dari bisnis, industri, fashion, dan desain. Milan juga adalah kota terbesar ke empat (versi EU), dengan luas hanya 180 square meters, yang mana hanya satu pertiga dari kota Jakarta, dengan jumlah penduduk (dan terus bertambah pastinya) sebanyak 5 - 6 juta manusia. Setiap tahunnya, Milan diperkirakan dikunjungi oleh 8 juta turis pertahun.

Setelah mengetahui fakta utama tersebut; satu hal yang kita tahu; pastinya jumlah manusia yang banyak tadi membutuhkan fasilitas untuk bermobilisasi sehari-hari. Saya akan menjelaskan mengenai transportasi dan commuting di Milan based on my knowledge and experiences.

Sistem transportasi utama di Milan ada 4; dan semua dikelola oleh ATM (Azienda Transporti Milano) yaitu perusahaan yang mengurusi transportasi di Milan dan sekitarnya (Milan coret). Berikut adalah sistem transportasi utamanya (yang saya selalu gunakan setiap hari):



Metro
Yang pertama dan utama, tak lain dan tak bukan adalah metro, atau kereta cepat bawah tanah. Sistem kereta bawah tanah ini sudah dirancang pada tahun 1848, karena adanya perang dunia, sistem ini baru mulai dibangun pada tahun 1957. Milan memiliki empat jalur metro utama, yaitu Red Line, Green Line, Yellow Line, dan Purple Line. Menyusul di tahun 2019 (sedang dalam pembangunan) Blue Line untuk menghubungkan Milan dengan Linate Airport. Metro ungu adalah jalur favorit saya karena metronya baru, dan paling nyaman dibandingkan dengan jalur metro lainnya, apalagi metro kuning! Hahaha. Anyway, semua metro sama nyamannya, hanya saja kebetulan jalur kuning belum sempat diganti dengan kereta baru seperti metro merah atau hijau. Saya sendiri adalah pengguna setia metro kuning (rumah saya berada di jalur metro kuning). Metro paling tua Milan adalah metro merah, disusul dengan hijau, kuning, kemudian ungu, jalur merah adalah jalur utama dari kota Milan.

Jarak antar metro stop sebenarnya rata-rata tidak terlalu jauh (bisa ditempuh dengan jalan kaki), dan kecepatan antar metro stop kira-kira 3 - 5 menit saja, dengan frekuensi kereta yang hampir selalu ada setiap 5 menit. Saya bisa bilang metro adalah salah satu media transportasi yang paling bisa diandalkan karena kecepatan dan kestabilannya.

Metropolitana Milano
Source: ilPost

Tram
Meskipun bukan yang utama, tram adalah salah satu favorit saya! Classy! Tram merupakan salah satu moda transportasi paling tua, yaitu sejak tahun 1881 dengan total jalur 170km di seluruh kota Milan. Tram di Milan ada beberapa jenis, yang terbaru, lama, dan paling lama (hanya terdiri dari satu gerbong dan dengan interior kayu). Jenis-jenis tram ini disesuaikan dengan jalur dari setiap tram. Sebagai contoh, tram yang melewati area turis biasanya menggunakan tram dengan desain lama dengan tujuan untuk menarik perhatian turis. Karena selain sebagai moda transportasi, tram jadul ini juga menjadi bagian dari atraksi turis. Bahkan ATM juga memiliki servis restoran di tram jadul berkeliling Milan bernama Atmosfera dengan harga yang tidak murah (60 Euro (kalau tidak salah)).

Jarak antar stop tram biasanya setengah dari metro stop, dan kecepatan tram ini paling lambat dibandingkan dengan transportasi lain. Tidak disarankan menggunakan tram jika kamu sedang terburu-buru, frekuensi dari tram pun juga tidak sebanyak metro.

Classic Tram
Source: MilanoCard
Atmosfera (Dinner in the tram)
Source: Oddviser

Bus
From classy, let's move to the basic; Bus. Bus di Milan ada sangat banyak. Tujuan dari bus adalah untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak tercapai oleh metro dan tram. Jarak antar halte juga cenderung lebih pendek-pendek (kurang lebih sama dengan tram), halte dari bus dan tram juga banyak yang sama. Dari sekian banyak jalur bus yang ada, jalur bus utama di Milan ada 2, yaitu jalur 90 dan 91, yaitu jalur bus yang memutari Milan searah jarum jam dan berlawanan jarum jam. Bus tersebut juga merupakan bus paling ramai dan penuh, baik itu penduduk, imigran, maupun turis. Bus juga termasuk moda transportasi yang hampir selalu ada (despite dari frekuensi nya yang kadang tidak menentu). Terutama dua jalur bus tadi (90 dan 91).

Bus in Milan
Source: Motori Leonardo

Train
Last but not least, untuk mencapai jarak yang lebih jauh lagi (1-3km (atau lebih)), Milan memiliki kereta, atau S atau Passante. Biasanya kereta ini berada di titik yang hampir sama atau berdekatan dengan metro station. Kereta ini biasanya juga memiliki tujuan akhir daerah rural area di sekitar Milan. Passante adalah salah satu moda transportasi yang bisa dibilang banyak miss nya atau banyak terlambat atau ritardo.

Passante
Source: TransportRail

Milan Map (Metro & Train)
Source: ATM

Banyaknya variasi sistem transportasi tadi sangatlah cukup mendukung kehidupan bermobilisasi masyarakat Milan maupun turis. Kira-kira, berapa harga berlangganannya? Cukup murah! Jika dibandingkan dengan beberapa kota besar di Eropa, saya merasa biaya transportasi di Milan ini murah dan cukup menjangkau banyak area dan mudah dipahami. Meskipun tidak sefancy metro atau tram di Zurich, misal.

Saya menggunakan kartu berlangganan student under 26, dengan harga 200 Euro selama satu tahun. Unlimited access for those four transportation system facilities. Dengan catatan, area yang saya sambangi adalah urban area. Kalau saya menggunakan transportasi di luar urban area, saya harus membayar lebih dan harga akan tergantung dari lokasi/zona. Harga per tiket (one way) 1,5 Euro, konon katanya akan naik jadi 2 Euro mulai tahun 2018, dan untuk berlangganan di atas 26 tahun seharga 35 Euro per bulan.

Tiket tersebut akan divalidasi di mesin tap sebelum masuk moda-moda transportasi tersebut, terutama metro dan kereta. Untuk bus dan tram akan lebih bebas, kadang-kadang saja ada petugas ATM yang akan melakukan inspeksi dan melakukan pengecekan tiket menggunakan mesin tap portable. Denda untuk yang tidak memiliki tiket bisa mencapai 30 - 60 Euro per orang.

Oh ya, untuk metro dan kereta, beroperasi dari pagi sampai jam 1 dini hari, sedangkan untuk tram dan bus 24 jam dengan frekuensi berbeda-beda setiap jam. Untuk Sabtu dan Minggu juga frekuensinya berbeda (10-15 menit sekali), frekuensi tergantung dari tingkat kesibukan jalur masing-masing. 

Selain empat transportasi tadi, ada juga alternatif lain, yaitu Sharing System Transportation! Berbeda dengan konsep Go-Jek dan atau Uber, konsep sharing transportasi sudah menjadi salah satu konsep sharing yang populer dan menjadi hal yang common, di mana pemerintah kota (atau Eropa), atau perusahaan swasta menyediakan kendaraan dan shelter di spot tertentu untuk disewakan berbasis aplikasi/platform dengan harga yang terjangkau.



BikeMi
BikeMi merupakan bike sharing resmi dari pemerintah kota Milan. BikeMi memiliki banyak rak sepeda yang terletak di titik-titik strategis di Milan. Jadi kalau ingin berlangganan, pengguna harus mendaftar dan membayar per-hari, per-minggu, per-bulan, atau pertahun (kalau tidak salah hanya 36 Euro), setelah itu, nanti dengan app BikeMi yang akan mengkoneksikan dengan stasiun terdekat dan kode sepeda yang tersedia di rak tersebut. Selain menyediakan sepeda biasa, BikeMi juga menyediakan sepeda elektrik untuk penggunanya. BikeMi ini cukup banyak digunakan baik oleh turis, mahasiswa, maupun pekerja kantoran.

Saya sendiri belum pernah menggunakan servis BikeMi, menurut saya sepedanya agak terlalu besar untuk saya dan kurang mudah dalam berlangganan (yang tidak dalam jangka panjang).

BikeMi di parkiran
Source: LifeGate

Mobike dan Ofo
Selain BikeMi, Milan juga memiliki Mobike dan Ofo. Dua layanan sepeda sharing ini berasal dari China. Berbeda dengan BikeMi yang memiliki rak sepeda, Mobike dan Ofo lebih bebas (tidak memiliki rak sepeda), sehingga pengguna bisa meletakkan sepeda di mana saja (di rak sepeda/ruang umum). Setiap sepeda terkoneksi dengan GPS dan QR Code yang akan terhubung dengan app masing-masing pengguna. Jadi siapapun yang memiliki app Mobike atau Ofo bisa menggunakan sepeda tersebut dengan deposit 1 Euro dan saldo awal 5 Euro. Mobike dan Ofo tarif per setengah jam 50 cent. Saya sudah pernah mencoba Mobike dan Ofo, saya pribadi lebih suka Ofo dari segi sepeda, namun ketersediaannya lebih banyak Mobike. Mobike dan Ofo sangat populer dikalangan mahasiswa karena harganya dan desainnya yang lebih catchy.

Saya dan Ofo
Mobike (Orange) dan Ofo (Kuning)
Source: Digital Day

Mimoto
Selain sepeda, Milan juga memiliki motor sharing resmi dari pemerintah Milan. Mimoto. Saya sendiri kurang tahu banyak mengenai Mimoto. Setahu saya harga nya per menit 20 cent, sistemnya saya yakin hampir sama dengan sharing sistem lain, yaitu menggunakan applikasi dan deposit, atau berlangganan (seperti BikeMi). Saya juga merasa unit Mimoto tidak tersedia sebanyak sepeda. Setahu saya Mimoto ini adalah eco-motor. Saya beberapa kali melihat orang menggunakan Mimoto dan Mimoto diparkir di beberapa spot di dekat rumah saya. Oh iya, di dalam bak Mimoto juga tersedia helm untuk pengguna Mimoto.

Mimoto
Source: Omnimoto

Car2Go, SharenGo, dan Enjoy
Last but not least, Milan juga memiliki sistem sharing mobil. Kalau tidak salah merupakan kerja sama dari beberapa kota di Eropa. Karena mobil membutuhkan skill khusus (lebih), verifikasi nya juga harus menggunakan SIM Internasional. Mobil-mobil ini menggunakan energi listrik. Saya kurang tahu tarifnya berapa. Mobil-mobil ini berukuran sangat kecil, cukup untuk 2 orang saja.

Share n Go
Source: LifeGate
Dengan berbagai macam pilihan moda transportasi di kota Milan tadi, saya rasa sudah cukup banyak opsi. Milan memang tidak terkenal dengan sepedanya seperti Amsterdam, atau Copenhagen, tapi saya juga merasa kota Milan lebih besar dibandingkan dengan kedua kota di atas dan akan terlalu jauh jaraknya jika menggunakan sepeda.

Selama di sini, saya selalu menggunakan transportasi umum utama dan berjalan kaki saja. Saya jarang naik sepeda (kecuali Mobike dan Ofo). Saya sudah merasa sangat cukup dan sesuai dengan harga yang saya bayar sebanyak 200 Euro pertahun. Fakta-fakta mengenai sistem transportasi di Milan belumlah lengkap kalau saya belum menceritakan tentang Strike.

Strike adalah mogok atau demo. Jadi di Milan, setiap satu bulan sekali (hampir), atau kapanpun tidak menentu, karyawan ATM memiliki hak untuk melakukan aksi yang melambangkan bahwa mereka berperan penting dalam kehidupan kota Milan. Saat mogok/strike berlangsung, transportasi umum akan berhenti beroperasi atau beroperasi dengan frekuensi sangat sedikit dari jam 9 sampai jam 3 (atau 5), dan setelah jam pulang kantor.

Cukup unik, karena mereka 'mogok' tapi masih tetap menjalankan profesinya di pagi hari dan sore hari (sesuai jam kerja). Strike juga selalu diumumkan satu-dua minggu sebelumnya. Strike ini cukup banyak berpengaruh sih dalam kehidupan kota Milan, frekuensi kendaraan umum yang awalnya 5 menit sampai 10 menit sekali bisa sampai 30 menit sekali, dan untuk kami hal ini sangat mengganggu. Biasanya saat strike day, kampus akan masuk lebih awal atau pulang lebih cepat menyesuaikan dengan jadwal strike tersebut.

Anyway, I think that's all from this first post.
Saya termasuk orang yang cukup senang 'commuting', dengan catatan transportasi yang ada cukup nyaman dan aksesibel. Selain itu, hal-hal seperti adab dan etika menggunakan transportasi juga sebaiknya diperhatikan. Saya rasa hal-hal seperti itu tidak perlu diajarkan dengan gamblang, namun bisa teraplikasikan karena keterbiasaan dan sense. Seperti menunggu orang keluar terlebih dahulu baru masuk, memberikan tempat kepada priorities (ibu hamil, orang tua, anak kecil) dengan catatan jika mereka mau, tidak terlalu membuat keributan, dan menjaga kebersihan serta kenyamanan orang lain.

Hope you enjoy this first Milan Daily, and hope it helps you (if you by any chance will come here)!
Please give me comments, critiques, or suggestions what to write in the next post :)

Addina Faizati
Milan, 2018

  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Post terus ya Nak. Emak udah kangen Milan pake banget

    ReplyDelete
  2. BERITA BAIK UNTUK SEMUA ORANG

    Nama saya Amisha dari bogor di Indonesia, saya adalah perancang busana dan saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu setiap orang untuk berhati-hati dalam mendapatkan pinjaman di internet, begitu banyak kreditur pinjaman di sini adalah penipu dan mereka ada di sini. curang Anda dengan susah payah uang Anda, saya mengajukan pinjaman sekitar Rp500,000,000 wanita di Malaysia dan saya kehilangan sekitar 24 juta tanpa mengambil pinjaman, saya membayar hampir 24 juta masih saya tidak mendapatkan pinjaman dan bisnis saya adalah Tentang menabrak karena hutang.

    Sebagai pencarian saya untuk perusahaan pinjaman pribadi yang andal, saya melihat iklan online lainnya dan nama perusahaannya adalah FANCY LOAN COMPANY. Saya kehilangan jumlah 15 juta dengan mereka dan sampai hari ini, saya tidak pernah menerima pinjaman yang saya usulkan.

    Tuhan jadilah kemuliaan, teman-teman saya yang mengajukan pinjaman juga menerima pinjaman semacam itu, mengenalkan saya kepada perusahaan yang dapat dipercaya dimana Ibu Suzan bekerja sebagai manajer cabang, dan saya mengajukan pinjaman sebesar Rp700.000.000 dan mereka meminta surat kepercayaan saya, Dan setelah mereka selesai memverifikasi detail saya, pinjaman tersebut disetujui untuk saya dan saya pikir itu adalah sebuah lelucon, dan mungkin inilah salah satu tindakan curang yang membuat saya kehilangan uang, tapi saya tercengang. Ketika saya mendapat pinjaman saya dalam waktu kurang dari 6 jam dengan suku bunga rendah tanpa agunan.

    Saya sangat senang karena ALLAH menggunakan teman saya yang menghubungi mereka dan mengenalkan saya kepada mereka dan karena saya diselamatkan dari membuat bisnis saya melonjak ke udara dan dilikuidasi dan sekarang bisnis saya terbang tinggi dalam bahasa Indonesia dan tidak ada yang akan mengatakannya Dia tidak tahu tentang Anniesa Hasibuan perusahaan mode saya

    Jadi saya saran setiap orang yang tinggal di Indonesia dan negara lain yang membutuhkan pinjaman untuk satu tujuan atau yang lain untuk silahkan kontak
    Ibu Suzan email: (Suzaninvestment@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (Amisha1213@gmail.com), dan maria yang baru saja mendapat pinjaman dari suzan di: (maaria9925@gmail.com) dan Karina yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Suzan, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Suzan, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya:( Lukman.karina@yahoo.com).

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete