Personalized Playlist

By Addina Faizati - 12:15:00 AM

Sebelum berangkat ke Milan, saya menyempatkan diri untuk berlangganan Spotify Premium Family bersama-sama. Kami semua memang sedang menempuh studi kami masing-masing di 5 tempat yang berbeda selama kurang lebih dua tahun ke depan. Sampai akhirnya, setelah satu setengah tahun kami berlangganan bersama, teman terdekat saya memutuskan untuk menutup credit card tersebut, di mana di situlah kami berlima bernaung untuk Spotify. Spotify Family kami akan terhenti dan akun kami akan menjadi free account setelah kartu kredit tersebut resmi ditutup dua minggu setelahnya.

It might sounds so weird, but, saya termasuk orang yang menggunakan Spotify dan ada momen di mana saya akan mengingat kelompok pertemanan kami saat sedang menggunakannya. At that time, I decided not to worry about it. Tapi saya bisa memahami, seiring berjalannya waktu, cukup sulit untuk meng-handle komunikasi kami dengan perbedaan waktu, perbedaan lokasi, dan perbedaan pola hidup kami yang berada di 3 zona waktu yang berbeda, 3 benua yang berbeda, dengan 5 kota yang berbeda.

Anyway, apart from the cheesy part, setelah akun Spotify saya berubah menjadi free account, secara otomatis saya bermigrasi menjadi Spotify Italia, kira-kira seminggu setelah itu pun saya memutuskan untuk menjadi Premium member lagi dengan menggunakan status pelajar saya.

Long short story, saya termasuk orang yang suka mendengarkan playlist tertentu maupun (sempat) membuat beberapa playlist dengan tema tertentu dan membuat cover dengan menggunakan foto saya sendiri. Saya ingat kira-kira satu tahun lalu, saya membuat beberapa playlist yang berisi lagu-lagu kesukaan saya yang saya kira cocok dengan tema yang sudah saya tentukan sebelumnya.

Disclaimer: saya bukan tipe pendengar musik yang indie banget, atau yang hipster, atau yang what-so-called 'cool', saya tipe pendengar musik apa saja yang penting cocok. I don't really care about that kind of stuff. Bisa dibilang playlist saya ini sangat umum dan beberapa lagu akan terduplikasi di playlist-playlist tersebut.

Since now the spring is starting to come, I would like to share with you some of my playlists.

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Spring Don't Flirt
Spring Don't Flirt
"All the love, all the sunny yet windy day. Colors. Flowers. Happy feeling. Everywhere. Everyone. In the end, you will fall in love with a stranger. Who is no longer a stranger."


Playlist ini salah satu favorit saya, lagu-lagu yang saya pilih cukup ceria dan dengan mendengarkannya saya bisa membayangkan suasan spring, taman, cherry blossom, piknik, dan hal-hal yang berkaitan dengan musim semi. Judul dari playlist ini saya ambil dari salah satu lagu favorit WINNER;Don't Flirt. Kenapa Don't Flirt? Karena menurut saya pribadi musim semi adalah musim yang cocok untuk flirting, to fall in love. Cuaca cerah, berbunga-bunga, everybody is happy, you can wear floral pattern, cute skirt, cute shoes. In the end, you will fall in love, no?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

La Distanza
La Distanza
"Don't you worry about the distance / I'm right here if you get lonely / Give these songs another listen / Close your eyes."


Selanjutnya, playlist (masih) bertemakan galau ini dibuat dengan tema 'jarak', seperti yang sudah pernah saya tuliskan di post blog sebelumnya tentang Hubungan Jarak Jauh yang bisa saja terjadi pada siapa saja dengan berbagai macam jenis hubungan apapun. Playlist ini (tidak) cocok untuk teman-teman yang mungkin sedang menjalani long distance relationship, cocok untuk bahan baper.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

12AM Mood
12AM Mood
"It's time to think about you. About yourself."


This is like the very first playlist I made. It is about what it is. Playlist ini dibuat dari kumpulan lagu galau yang sekiranya cocok diputar tengah malam, galau-galau memikirkan diri sendiri, orang lain, apapun, siapapun. I kinda like this playlist, suitable to listen when you are alone in the middle of the night and thinking about yourself.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Mi to My Milan
Mi to My Milan
"An apple to my pie. A straw to my berry. The spring of my winter. The flowers to my favorite park. The music for my playlist. Mi to my Milan."


Last but not least, this playlist I made to my boyfriend, that contains uwu songs for us to listen to. He also put some songs in the playlist. Because he is the Mi to my Milan :)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Anyway, saya juga ada playlist-playlist lain yang lebih random ataupun spesifik, namun saya rasa empat playlist di atas yang cukup representatif dan tematik untuk didengarkan. Selain itu saya juga suka mendengarkan tema-tema playlist yang dibuat oleh Spotify, seperti Intense Studying (paling cocok untuk yang membutuhkan konsentrasi penuh!), Study Vibes, Bar Luce Jukebox (lagu-lagu yang cocok sesuai dengan vibe sebuah bar di Milan yang didesain oleh Wes Anderson), selain itu saya juga suka mendengarkan This is series dari Spotify tergantung dari artis yang saya sukai, seperti This is: Taylor Swift, This is: John Mayer, This is: WINNER, etc etc.

Dan karena saya sudah tergabung dalam Spotify Italia, belakangan ini saya suka mendengarkan playlist yang dibuat dari Spotify Italia (dengan lagu mix baik berbahasa Inggris maupun Italia), yang menurut saya juga cukup menyenangkan, seperti: Aperitivo Time (for fun and chill in the afternoon, this one is my favorite!), Un Thè e Un Libro (untuk bersantai sambil minum teh atau kopi), Primavera in Anticipo (lagu-lagu dengan tema spring), Il Caffè del Buongiorno (cocok didengarkan di pagi hari sambil minum kopi dan bersiap-siap, salah satu favorit juga), etc etc.

Oh iya, to close this post, kalau saya sedang sangat butuh konsentrasi, saya biasanya hanya mendengarkan playlist instrumen atau malah tidak sama sekali. Jadi biasanya saya mendengarkan musik kalau konsentrasi yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi (bukan membaca paper, menulis, atau mengerjakan tugas from scratch), saya mendengarkan musik saat bersantai, browsing, berganti pakaian, makan, atau mengerjakan tugas (sudah di fase Ai atau iD ('tidak perlu berpikir')), atau menulis blog. Saya juga tidak mendengarkan musik di perjalanan (kereta, metro, bus) atau saat berjalan.

Last but not least, what is your favorite playlists or songs currently?
You can also follow me on Spotify (find me: Addina Faizati) to know more about my music taste, which is probably so common and so basic. But, anyway, 

Hope you enjoy!

Addina Faizati
end of winter, anticipating spring
Milan, 2018

  • Share:

You Might Also Like

0 comments