My Daily Wear

By Addina Faizati - 11:56:00 PM

Berhubungan dengan Make Up Daily yang pernah saya posting di beberapa post sebelumnya (check ya!), saya memutuskan akan menarik kalau saya juga membuat post tentang daily wear. Beberapa foto outfit akan saya upload untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana saya berpakaian sehari-hari, yang akan saya pisahkan berdasarkan musim. Hope you enjoy!


Fashion items (ceileh fashion items ~) yang saya pakai bukanlah barang-barang yang high-end. Rata-rata merupakan barang bawaan dari Indonesia, atau beli di retail shop yang super basic seperti H&M, Zara, Pull&Bear (my current fav!), Mango, atau 2nd hand, saya dulu sempat menjadi penggila 2nd hand stuffs. Belakangan saya kembali jadi pembeli retail shop biasa. I must say, di Milan barang-barang 2nd hand nya tidak sebanyak di Perancis, Jerman, atau Belanda (sepertinya ya), dan rata-rata barang 2nd hand di sini masuk ke kategori vintage, which is mostly cost more than new stuffs. Vintage market yang cukup terkenal di Milan kadang lebih banyak menjual barang-barang atau furnitur slash dekorasi rumah yang vintage. Well, anyway

WINTER // INVERNO
I was in love with winter back then, winter bisa dibilang adalah musim di mana kamu bebas memakai apa saja dalam artian: mengenakan pakaian yang sama berulang-ulang kali, coat yang sama setiap hari, pakaian malas (itu-itu saja), dan berdandan seadanya. Kira-kira hal itu yang saya tangkap dari musim dingin. Mungkin beberapa mengira musim dingin berarti memakai pakaian yang modis seperti coat, boots, sweater, syal, yes it is correct too. Awalnya saya merasa; winter berarti saya bebas mengenakan pakaian berlayer-layer yang lucu-lucu. But then, pada akhirnya tertutup oleh coat juga. Karena menggunakan coat yang dibuka kancingnya adalah mencari dingin. Karena dingin, saya juga cenderung lebih malas 'berdandan'. 

Pada musim dingin, pakaian saya didominasi oleh sweater, jeans, syal tebal, boots, dan coat. Coat yang saya miliki hanya 2 (yang paling sering saya gunakan); yang berupa parka, dan yang berupa coat formal menyerupai bath robe. Sepatu boots yang saya pakai adalah sepatu boots dengan heels 5cm dan 7cm. Sejak tahun 2016 saya menjadi terbiasa mengenakan sepatu berhak tinggi. Dalam artian hak tebal (bukan heels tipis). Sweater yang saya gunakan biasanya; sweater hitam biasa, hitam dengan rimple di bagian bawah, sweater merah maroon, sweater abu-abu, dan sweater velvet stripes maroon.

Ohiya, selama musim dingin, diwajibkan juga rutin cek ramalan cuaca, karena ramalan cuaca akan mempengaruhi pakaian yang dipakai pada hari itu. Apakah hujan, berawan, sunny, salju, dan yang paling berbahaya adalah angin! Sepatu boots yang anti air tentu dipakai saat hujan, salju, dan angin. Parka akan lebih cocok saat berangin dan salju. Scarf tebal cocok dikenakan untuk menghalau angin. Kalau agak hangat bisa dikombinasikan dengan coat formal dan scarf (baik tipis maupun tebal). Tergantung dengan ketahanan diri masing-masing.
Early winter style
Ini kalau lagi dingin-dinginnya
End of winter / lagi musim angin
Overall winter style
SPRING // PRIMAVERA
Kemudian setelah winter, datanglah musim yang paling saya sukai: spring! Alias musim semi. Musim di mana banyak bunga-bunga bermekaran. Musim ini cuaca tidak dingin ekstrim seperti musim dingin, kira-kira belasan derajat, 12 - 18 derajat sehari-hari. Jadi bisa pakai baju apa saja, layer-layer lucu (karena tidak harus mengenakan jaket tebal), pattern, motif, dan warna, karena semua orang berbahagia dengan adanya matahari dan bunga-bunga.

Walaupun di musim ini, harus tetap rajin cek ramalan cuaca, karena kadang di pergantian musim akan sering hujan gerimis (cocokkan dengan sepatu yang anti air). Ohya, spring ini juga berlalunya sangat cepat. Setelah musim dingin - mulai menghangat - hujan gerimis sepanjang minggu - benih bunga mulai muncul - mekar - selesai. Rasanya musim ini termasuk musim paling pendek menurut saya. But I love it!

Pada musim ini pakaian saya didominasi oleh; cardigan, outer lucu-lucu, denim jaket! (my fav signature!), dress, rok, celana kain, dan pattern. Favorit saya adalah denim jaket, yang sudah saya tempelkan DIY patches, black dress, dan outer-outer lucu yang terlalu tipis kalau dipakai saat musim dingin, maupun baju-baju batwing/volume yang terlalu 'ceria' kalau dipakai saat musim dingin, terlalu tebal untuk musim panas. Overall buat saya, pakaian di musim semi ini sedikit-banyak bisa juga digunakan untuk musim gugur.

Fluffy floral (cocok untuk spring yang sedang agak dingin)
Dress favorit
My ultimate signature denim jacket!
My fav dress + outer
Overall spring style
SUMMER // ESTATE
Wah, berbicara tentang musim panas sih... nyerah. Hahaha. Musim panas di Itali itu super sekali panasnya! Lebih panas daripada di Indonesia! Bisa sampai 40 derajat loh. Apalagi tahun lalu saya malah traveling ke Italia bagian selatan selama 8 hari. Keliling pantai dan kota-kota tuanya. Saking panasnya saya sampai pusing dan harus berteduh dan minum minuman ion untuk mempercepat kepulihan saya.

Musim panas juga berarti tanned, kucel, dan juga malas dandan! Karena sedikit keluar saja make up bisa luntur. Musim panas termasuk susah untuk di manage dalam hal pakaian, apalagi buat saya yang mengenakan hijab. Super gerah! Teman-teman saya kebanyakan di musim ini juga nggak niat berpakaian, dalam arti, mereka pakai kaos seadanya, celana pendek atau rok pendek, sandal, beres. Saya tidak bisa seperti itu, jadi saya biasanya pakai rok panjang, karena pakai celana jeans di musim panas sama artinya dengan membuat lengket kaki (terutama bagian paha), kaos tipis gembel lengan panjang, atau kaos dalaman dan tank top, atau tank top dan outer tipis, plus wajib sunglasses. Saking saya mengulang-ulang pakaian tersebut, pacar saya sampai bilang saya seperti Nobita (karena pakai baju yang sama terus-menerus). Bisa dilihat pada gambar dibawah, saya tidak terlalu banyak memberikan contoh, karena pakaiannya diulang terus menerus (cuma berbeda kombinasi). Hahaha.
Pakaian summer lumayan 'niat'
Summer style overall
FALL // AUTUNNO
Last but not least, another fav season; fall slash autumn! Musim tanggung dari panas ke dingin. Musim gugur ini juga memberikan kesempatan untuk berpakaian tumpuk-tumpuk tanpa khawatir terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan. Make up juga bisa bertahan lama di musim ini. Kira-kira suhunya dari 10 - 18 derajat (bisa kurang dari itu), jadi disesuaikan dengan ketahanan masing-masing. Mesti harus rajin cek ramalan cuaca juga ya di musim ini banyak hujan.

Fall items saya adalah outer tebal, outer lucu-lucu, oversized sweater, layering, dan saya suka mengenakan rok juga di musim ini. Musim ini mulai mengenakan pakaian yang tidak terlalu beragam atau berwarna, karena sudah hampir masuk ke musim dingin. Boots juga mulai dipakai lagi karena banyak hujan di musim ini. Biasanya orang-orang terlihat makin modis pada musim ini.

Salah satu kombinasi favorit saya (saat cuaca masih agak panas)
Knit outer
Fluffy layering kalau sudah mulai dingin
Outer tebal di detik-detik terakhir autumn (sebelum masuk winter)
Overall autumn style
Kira-kira begitu style saya sehari-hari di Milan, yang memang berbeda-beda tergantung musim. Walaupun memang pakaian yang dikenakan itu-itu saja (banyak pengulangan). Anyway, kalau kalian lihat, foto-foto di autumn season memang lebih senada ya karena waktu itu saya tinggal di kamar saya yang saya dekorasi sedemikian rupa untuk foto outfit, sisanya random, dan atau saya terlalu malas untuk foto outfit, seperti musim dingin dan atau musim panas (karena pakaian itu-itu saja). Sekarang saya lagi berpikir bagaimana menata kamar saya yang baru (iya saya pindah rumah lagi), karena di rumah yang baru ini ada peraturan yang lebih keras dan tidak boleh menempelkan apapun di dinding, dan tata letak di loteng (lagi-lagi) yang membuat saya cukup sulit mengatur barang-barang saya yang tambah banyak ini (sedikit curhat out of topic).

Untuk mengatasi penataan pakaian, saya juga memisahkan pakaian winter dan summer, jadi kalau sedang musim dingin, pakaian yang hanya bisa dipakai di musim panas saya masukkan ke dalam koper, begitu juga sebaliknya. Kecuali jins, rok, cardigan, biasanya saya letakkan tetap di lemari karena sifatnya yang lebih fleksibel.

Anyway, dari foto-foto di atas, bisa dilihat ya kira-kira outfit saya didominasi warna-warna dengan gradient merah - maroon - merah muda - ungu - abu-abu - hitam. Saya memang pecinta warna merah dan keluarganya (pink, ungu, marun), untuk benda, saya lebih suka mengoleksi warna pink, namun untuk pakaian atau benda yang saya kenakan saya lebih sering mengenakan warna merah, merah bata, merah maroon, atau pink-keunguan. Saking seringnya dan banyaknya warna-warna senada, salah seorang teman saya sampai bertanya-bertanya saya punya sweater merah berapa? Cardigan merah berapa? Hahaha. Untuk motif pakaian, sepertinya saya lebih banyak menggunakan motif bunga, stripes, atau polos. Aksesoris saya didominasi oleh gelang-gelang warna-warni dan jam tangan (a must!) dan ditambah dengan kalung atau anting-anting. Maksimal 2 jenis.

Palet warna saya 
Dominasi motif
Aksesoris
Last but not least, saya rasanya ingin sekali mencoba memakai pakaian berwarna mustard, hijau, atau biru, tapi lagi-lagi kalau ke toko pakaian selalu tertarik dengan yang berwarna itu-itu lagi. Begitu juga dengan pattern, sebenarnya saya low key jatuh cinta pada pattern binatang dan buah-buahan, so summery and fun! Permasalahannya lebih kepada biasanya kemeja-kemeja slow-life itu berlengan pendek, dan akan cukup sulit untuk saya mengkombinasikannya.

Let's see in the next season (which is spring!) I can not wait to wear cute dresses, skirts, and cute outer. Finger crossed!

*PS: musim di Eropa lagi tidak menentu ini seharusnya sudah spring tapi masih winter feel aja :"<

Addina Faizati
Milan, 2018
"Where-is-Spring?"

  • Share:

You Might Also Like

0 comments