Selamat Datang Dua Puluh Tiga

11:35:00 AM

Summer Has Gone
Buat saya, dua puluh tiga (23) adalah salah satu kombinasi angka favorit saya. Sesederhana karena 23 adalah tanggal ulang tahun saya. Bisa dibilang, secara naif, saya sudah menunggu nunggu 23 ini karena saya sudah melewati 23 ke 23 (iya, saya se naif itu).

23 ini usia tanggung. Tepat di antara angka 21 dan 25, di mana masa masa krusial labil abege - dewasa. Saya merasa perpindahan usia 22 ke 23 terjadi begitu cepat namun relatif lebih aman daripada usia ke 21 menuju 22 saya dua tahun lalu. Pada usia ke 23 ini, InsyaAllah akan ada hal hal baru yang menarik yang akan saya jalani di antara hal hal aman yang rutin terjadi sehari hari pada saya. Terutama saya berharap banyak pada masa perpindahan 23 dan 24 saya nanti. 

Beberapa hari sebelum memasuki gerbang 23, saya menyadari saya sebenarnya sudah bisa berpikir dan menimbang nimbang mengenai baik dan buruknya sesuatu, namun saya masih sedikit banyak bergantung pada orangtua soal memutuskan sesuatu. Usia tanggung ini membuat kita merasa sok bisa tapi sebetulnya belum bisa. Saya masih termasuk dalam golongan anak yang bersikeras bahwa saya sendiri yang menentukan seperti apa saya.

23. Lalu bagaimana dengan pencapaian personal saya di gerbang usia ke 23 ini? Saya merasa cukup, namun saya merasa kurang. Karena bagaimanapun juga, tidak boleh kita denial bahwa apapun itu, saya 'sudah' sampai di sini, tapi tidak boleh juga kemudian merasa tinggi dan berhenti mencari. Walaupun saya mungkin bukan anak berusia 23 tahun tersukses, terpandai, ter-fierce, terbaik, tergaul, ter-asik, atau segala macam keren keren lainnya. Saya merasa bersyukur sudah bisa disini sambil kemudian saya berusaha memperbaiki apa apa yang belum bisa saya dapatkan.

Saya sebenarnya hampir tidak banyak memikirkan masalah umur dan semacamnya, tapi toh, kita hidup di mana age does matter. Kemudian di usia 23 ini saya harus bersiap siap dengan fase fase perpindahan jenjang oleh teman teman terdekat saya, baik itu keluarga maupun teman.

23 ini saya masih di kota yang sama. Masih di Bandung, di kos kos an yang sama, tempat kerja yang sama, teman teman yang sama (dan bertambah banyak), silih berganti. Sudah tahun ke 2 saya tidak merayakan ulang tahun di rumah, tapi toh, keluarga saya juga bukan tipe yang selalu melakukan selebrasi terhadap sesuatu.

Pada gerbang 23 ini, mungkin kalau diibaratkan saya ini seperti seorang arsitek yang sedang mengonsep proposal desain, kliennya diri saya sendiri, kedua orangtua saya, dan lingkungan sekitar saya. Kemudian bagaimana apakah proposal tersebut diterima mentah dan tinggal bagaimana eksekusinya, atau harus revisi, atau revisi dan revisi berulang ulang kali, saya masih belum tahu. Saya berharap proposal saya langsung gol dan tereksekusi dengan baik tanpa halangan.

Tapi toh, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, Tuhan lah yang menentukan.

Terimakasih buat bulan Maret yang hampir selalu menjadi bulan yang menyenangkan buat saya terutama buat semua yang berpartisipasi membuat saya bahagia dengan ucapan chat, sms, instagram, telepon, kejutan, dan bingkisannya.

Terutama kemudian selamat datang untuk keponakan saya, cucu pertama keluarga, anak pertama kakak perempuan saya yang lahir sehari sebelum saya. Na-chan.

Selamat datang dua puluh tiga yang ke dua puluh tiga.
Let's make fun!

Addina Faizati,
di usia ke 23 nya, ditemani green tea latte
Natsu ga Icchatta

You Might Also Like

3 comments

  1. barakallah fii umrik!

    semoga ini itu nya segera dikabulkan sama Allah yah
    makin tua, makin dewasa

    okeship!

    *insert stiker panda*

    ReplyDelete
  2. terimakasih kakak helga!!! amiiin *insert stiker kucing ketawa*

    ReplyDelete
  3. Yang ke 24 belum ada yang spesial yaa?

    Yang ke 25 sharing cerita di Milan sekalian. :)

    ReplyDelete