the rich country, KSA

5:09:00 PM

last nine days i've go to somewhere called KSA.
Kingdom of Saudi Arabia.

the country was just . . . ah i can't even describe.
beautiful. hot. green. rich. organizing. moslem. temperamental. random.

the photos i post are captured by random camera and random person.

by the way.
perjalanan 8 jam dari jakarta ke jeddah itu melelahkan. saya duduk di sebelah arabian yang mau pulang kampung yang tetap menyalakan hapenya selama perjalanan meski sudah diperingatkan oleh pramugari.

di awal perjalanan; saya bisa melihat sumatera. lalu di akhir perjalanan, menjelang landing, saya melihat gurun. sejauh mata memandang hanya hamparan pasir berwarna oranye kekuningan.
next semakin dekat ke kota Jeddah, semakin terlihat lah tata kota arab yang sungguh sangat rapi. jalan jalan semu alurus, lebar, tertib dan teratur. waow!

KSA's landscape

ah iya, jadi saya ceritakan; di Arab; ibukotanya adalah Riyadh, dimana di sana hanyalah sebagai pusat pemerintahan saja. sedangkan Jeddah sebagai kota 'metroplitan'nya. pelabuhan, gedung gedung, mall, toko, bandara, cafe, dan sebagainya.

baru di Madinah dan Makkah sebagai kota yang khusus hanya muslim yang boleh masuk ke dalamnya (ada batas dan pemeriksaan pada batas kota). selebihnya, semua orang bisa masuk kok :)

mereka menghargai wanita dan orangtua loh :)

di King Abdul Aziz, saya disambut oleh atap membran yang... panas -__-
but beautiful :)

membran di King Abdul Aziz

di imigrasi Arab, perempuan dibawah 45 tahun tidak diperbolehkan masuk KSA sendirian tanpa mahram.
jadi saya harus berada di depan Ayah saya untuk jika nanti ditanyai: mahram? saya tinggal nunjuk Ayah saya (sudah ada keterangannya di visa saya).
kalau Ayah saya masuk duluan, saya bisa saja ditahan diimigrasi sementara sampai mahramnya balik lagi buat jemput.

pegawai keimigrasian Arab itu orangnya tidak bisa ditawar, jadi nggak boleh ya nggak boleh, lama ya biarin, yang penting semua terperiksa dengan aman.
ah well, tapi di satu sisi saya melihat mereka lebih 'mbanyol' daripada petugas keimigrasian Indonesia yang jutek -__-

bahkan salah satu petugas imigrasi sempat berbohong dengan mengatakan bahwa adik saya tidak boleh masuk dan harus kembali ke keimigrasian. lalu ditengah kebingungan saya (yang kebetulan saat itu diperiksa bersama adik saya) he said; no no i'm just kidding.
#krik :|

next perjalanan dari Jeddah ke Madinah memakan waktu kurang lebih 5 jam.
what i can say about Madinah? beautiful and polite.

kamu bahkan tidak akan mendapat masalah kalau berjalan jalan di tengah jalan. para pengendara mobil akan sabar menunggu sampai kita selesai lewat.

hemm... pernah suatu ketika serombongan manusia ribuan umat muslim selesai sholat fardhu di masjid nabawi (the most beautiful mosque i've ever seen :')) ya mobil mobil diam tanpa mengklakson sedikitpun sampai semua orang lewat.

membran di pelataran nabawi

interior nabawi

di Madinah, sebelum masuk Masjid Nabawi (dengan puluhan payung membran di pelatarannya); setiap orang (khususnya perempuan) diperiksa oleh semacam penjaga called 'Askar'.

perempuan ya diperiksa askar perempuan, begitu juga dengan laki laki.
tidak tanggung tanggung tas dompet semua dibuka dan diperiksa. dan pernah suatu ketika
Askar menemui ibu ibu Arab membawa hp ya disuruh keluar.

jadi di Masjid Nabawi, kami para perempuan dilarang membawa hape berkamera/kamera. saya menduga alasannya lebih karena jika nanti memfoto interior masjid lalu terfoto perempuan yang sedang membenahi jilbab/terlihat auratnya.
karena laki laki sangat diperbolehkan membawa benda benda seperti itu.

suasana di depan hotel

di Masjid Nabawi ada yang disebut Raudah. Raudah adalah tempat (masih di dalam masjid) antara makam rosul dan rumah nabi. Allah menjanjikan berdoa disana adalah mustajab.
sayangnya, Raudah hanya boleh didatangi dalam waktu waktu tertentu oleh perempuan; dari dhuha sampai dhuhur, ashar sampai maghrib, dan sehabis isya sampai jam 1 malam. khusus malam Jumat tidak ada.

membran menutup sempurna

kebetulan saya berhasil melihat proses buka tutp membrannya loh :3



membran membran terbuka sempurna


suasana dari jendela hotel

di area Raudah itu, sungguh sangat terlalu... mewah dan glamour. cantik. lapisan emas terhampar dimana mana, batu batu pualam mahal dan lampu lampu yang megah.

saya sendiri berhasil 2x mencapai Raudah.
jangan dikira mudah, karena untuk bisa sholat di Raudah, kamu harus antri sesuai bagian negara masing masing (ada Melayu, Arab, Turki, dan sebagainya dan sebagainya); Melayu sendiri biasanya diletakkan di urutan terakhir agar tidak tergencet oleh orang orang Arab atau Turki yang notabene jauh lebih besar -__-
tapi toh, di waktu pertama sholat di sana, saya tetap terinjak tuh -__-b

di sana askar askar perempuannya bisa berbagai macam bahasa (sesuai kebutuhan); jadi kalau bertemu orang melayu; mereka bakal bilang: Ibu - duduk - Ibu. dengan logat yang aneh. begitu juga dengan bahasa India, Turki, dan lain lain.

tapi mereka sangat jarang yang bisa berbahasa Inggris. Ya jadi mereka bisa macem macem tapi buat bahasa seperti Ibu, duduk, di sana, tunggu, atau tidak boleh.

di Arab, banyak sekali burung merpati liar, mereka biasanya diberi makan orang orang warga sekitar atau pengunjung.
merpati merpati tinggal di atap atap gedung, atau di kap lampu gedung, herannya, banyaknya merpati di Arab tidak membuat Arab terlihat kotor, loh.


di Madinah saya jalan jalan ke Masjidil Aqsa, ke Jabal Nur, ke Jabal Uhud, ke banyak deh, lupa namanya. Selain jalan jalan yang disediakan travel, saya juga jalan jalan sendiri (jalan kaki) karena di sana (sejauh pengamatan saya) tidak ada bus kota atau angkot, hanya ada taksi.

selanjutnya di Mekkah, berbeda dengan Madinah yang santun, Mekkah memiliki tabiat jalanan yang lebih kasar, bahkan jalanan di sebelah Masjidil Haram pun banyak yang ribut dengan klakson klakson sambil marah marah.

Masjidil Haram bentuknya melingkar sehingga pengamanan tidak seketat Masjid Nabawi, namun saya sempat ketahuan memfoto dan dimarahi Askar setempat. saya juga sempat dimarahi karena memakai celana (tidak memakai rok atau bawahan mukena).
Masjidil Haram yang sekarang sedang diperluas ini kalau tidak salah ada 4 lantai, namun saya tidak diperbolehkan naik ke rooftop karena (sepertinya) hanya di khususkan laki laki saja.

pintu King Abdul Aziz 1
ramps khusus difabel

di Mekkah saya jalan jalan ke Jabal Rahmah dimana disitu (katanya) tempat bertemunya Adam dan Hawa, ke mana lagi ya? lupa -___-
tapi overall Mekkah sama bagusnya dengan Madinah, hanya sedikit lebih crowded.

oh ya, di depan Masjidil Haram ada bangunan jam yang tertinggi di dunia. juga berfungsi sebagai office, hotel, dan mall. Saya sendiri kemarin sempat masuk ke mall nya (yang sebenarnya belum resmi dibuka).

bangunan jam tertinggi

di Arab, anehnya, kamar mandi di sana nggak terawat dan terkesan bikin ilfil. ada dua alasan, katanya karena orang Arab sendiri tidak mau jadi pekerja bawahan seperti itu, sehingga kalaupun ada cleaning service, kebanyakan dari Yaman, Bangladesh, atau dari Indonesia juga ada (cleaning service masjid).

atau alasan kedua, di sana benar benar kota yang tidak pernah berhenti, ribuan orang keluar dan masuk sehingga tidak sempat untuk dibersihkan sudah dipakai lagi dan seterusnya.

ah, total saya berada di masing masing kota selama 3 hari, selanjutnya saya di Jeddah sempat ke Mall yang benar benar menyeramkan toiletnya sehingga saya tidak jadi -___-
sempat ke daerah pantai di Jeddah juga sebelum menuju King Abdul Aziz.
setelah itu saya pulang deh ke Indonesia (dengan beberapa problem pada penerbangan) -__-

pantai

oh ya, satu note lagi buat saya, bisa jadi apa yang disebut Hijab Fashion itu karakter penggunaan Hijab tiap muslimah pada masing masing negara.

misal, di sana saya sangat bisa menebak Indonesia yang mengenakan kerudung warna warni atau mukena putih yang berkaret dan praktis. Turki sendiri gaya berjilbab nya mirip gaya gaya berjilbab Indonesia, namun mereka kebanyakan menggunakan semacam coat panjang coklat/krem 3/4 yang nanti mereka menggunakan celana/legging/rok, dengan baju dalaman yang bisa jadi diperlihatkan (coat tidak dikancingkan) atau coat yang dikancing penuh.
untuk Arabian dan Iran, mereka menggunakan terusan hitam hitam atau kaftan dan cadar (untuk Ibu-Ibu) sedangkan untuk yang belum baligh mereka menggunakan kain (tetap hitam) yang dililitkan begitu saja tanpa menggunakan peniti/jarum. untuk India, sudah pasti mereka menggunakan sari.

ah, macam macam. semuanya (kebanyakan) cantik cantik. Mungkin ini kali ya yang beneran disebut Hijab Fashion, how you wear your hijab by your own way :)

Arabian (katanya) juga memiliki kepercayaan, seorang yang sudah menjadi istri, semakin gendut/besar, maka semakin kaya dan makmur lah suaminya. jadi jangan heran kalau melihat Ibu Ibu di sana besar besar.

di KSA, mereka sangat sungguh kaya sekali. pembangunan tidakberhenti dimana mana, pekerja kelas bawah bukan dari warga sendiri, warga Arab minimal (katanya) bekerja sebagai tentara, sisanya pengusaha, pemilik hotel, dan sebagainya.

Arab juga membeli tanah kalau tidak salah dari Panama untuk khusus menghijaukan jalanan mereka, jadi jangan kira mereka segersang gersang nya gersang. Arab hijau kok, tapi dengan cara mereka mengeruk tanah mereka, mengganti tanahnya dengan tanah Panama, lalu mengambil jenis pohon dari Indonesia yang mereka sebut Pohon Soekarno, lalu meletakkan sprinkler di tiap pohon.

selain itu, mereka juga memotong gunung gunung batu untuk memperluas lahan.
oh man! gunung batu dipotong lalu kemudian 'ditanam' bangunan disana. bahkan mereka juga mengeruk gunung batu untuk kemudian dibangun terowongan dibawahnya.

detail arsitektural yang saya tangkap
hotel, mall, kantor, penghijauan di sisi jalan, tempat sampah, pembangunan, jembatan layang, onta, lorong lorong jalan, foto raja Abdullah dan adik adiknya, dan masjid heritage di tengah perkotaan

disana masyarakat juga tidak membayar pajak, mereka hidup dari biaya visa masuknya jamaah haji dan umroh yang entah ratusan ribu banyaknya, mereka juga memiliki cadangan minyak yang entah kenapa nggak habis habis.

such a richest country, i guess.

by the way, di sana tapi agak aneh juga, karena orang sholat pun dilangkahi dilewati nggak masalah. awalnya saya berusaha untuk tidak melakukan itu, namun karena semuanya gitu yaudah deh hehehe :p

di sana juga nggak ada afwan ukhti dan sebagainya kok, lewat ya lewat aja. i dont even care about you. hahaha. yang unik, di sana banyak orang yang bersedekah macem macem, ngasih kurma sebungkus ke orang orang secara random, kurma, roti cane khas arab, minuman hangat, atau permen.

ngg...
yasudah, akhirnya selesai sudah deh perjalanan selama 9 hari saya di KSA.
hemm, someday i'll be there (again) with my husband, maybe ? :)
amen.

ah sebenarnya masih banyak sekali cerita dan foto foto, tapi lain waktu kalau saya ingat deh hehehe :p

You Might Also Like

5 comments

  1. wow laporan perjalanan yang asik.

    ReplyDelete
  2. @tiazt yay! datang dan buktikan hahaha :D
    @dimpil hehehe :3

    ReplyDelete
  3. I hope next year i can go there....

    ReplyDelete
  4. mbak, aku foto2 ka'bah berkali2 kaga pernah ketauan hahahahhaa :))
    untungnya wkwk

    ReplyDelete

addinaf

hersketch