let this rain stop normally

7:59:00 PM

raindrops keep falling on my head, but that doesn't mean my eyes will soon be turning red, crying's not for me, cause i'm never gonna stop the rain by complaining
Dyah Titisari Widyastuti
suatu hari ketika saya sedang membuka akun jejaring sosial saya, facebook, saya melihat status salah satu dosen saya Bu Dyah Titisari, atau biasa dipanggil Bu Wida .
saya suka sekali dengan kalimat dalam status tersebut :)

mungkin, saya tidak dapat menangkap artinya sesuai apa yang dimaksudkan oleh Bu Wida, namun yang melihatnya seperti: complaining doesnt mean your 'raindrops in your head' will stop, kan ?

complaining doesnt mean your 'raindrops in your head' will stop, kan ?

kadang kadang manusia suka mengeluh ini itu kurang begini begitu kok gitu gini la la la bla bla bla . complaining .

atau saking capeknya terhadap sesuatu hal apapun itu bisa sampai kesel sebegitunya bertanya tanya dalam hati kenapa harus begitu sih ? kenapa aku ? dan sebagainya dan sebagainya .

saya bisa dibilang masih pada tahap bertanya tanya dan komplain sana sini dan merasa paling benar sendiri . arrogant .
dan kalau nggak puas dengan keadaan, ya sudah, my eyes will soon be turning red . saya masih se-unstable itu . masih belum bisa mencari cari sisi positif .

seperti misalnya di akhir semester tiga ini, banyak sekali tugas -___-
semua bikin emosi . sebel, kesel, capek .

dari gambar kerja SK, yang kelompokku nggak dapet data gambar kerja KPTU UGM jadi kami harus survey sana survey sini dari nol, gambar dari awal dan sebagainya dan sebagainya . belum maket 1:10 nya, bangunan tiga lantai dengan masing masing lantai 5m -__-


kalkir SK

terus ada lagi tugas besar SDA yang nggak ada pembekalan soal, dan waktunya berkurang gara gara merapi, maket nya yang besar banget, trus kelompok SDA ku udah harus jadi maket+gambarnya padahal harusnya cuma gambar aja deadlinenya .

belum lagi tugas fisbang, tugas MPPDA yang makalah isinya full teori -___-, terus ada lagi tugas arsdig, tugas kolom borobudur sejarah, dsb dsb

komplain komplain komplain .
ngeluh ini itu sini situ begini begitu .
capek ? iya capek .

tapi toh ternyata complaining nya juga nggak ngaruh apa apa, yang ada malah jadi tambah emosi tambah kesel .
'hujan' nya juga nggak berhenti .

kalimatnya bu wida tadi juga berpengaruh buat hubungan sosial, bisa jadi pertemanan, mahasiswa-dosen, anak-orang tua, atau relationship.
sama seperti kasus tadi, saya juga masih pada tahap yang bertanya tanya komplain dan merasa paling benar sendiri dalam hubungan sosial ini .
an kalau nggak puas dengan keadaan, ya sudah, my eyes will soon be turning red (again) .

hahaha :D
tapi lagi lagi komplain sana sini nggak bakal menyelesaikan masalah ternyata, kan ?
yang ada malah saya komplain sendiri ngomel sendiri tanpa pihak sebelah menyadari kekesalan saya .

jadi apa ?
saya masih belum memahami benar kira kira solusi apa yang paling tepat .

mungkin, let this rain stop normally, maybe ? :)
bukannya biasanya sehabis hujan, muncul bau tanah yang enak ? :)

You Might Also Like

2 comments

  1. dont complain, face it! fight it! win it! have your mouth smiling when you are fighting. wait for the rainbow after the rain. Take the joy kill the pain.

    ReplyDelete
  2. umm, aku juga gitu mbak, hehe. tapi akhir-akhir ini aku belajar. semakin aku mengeluh tentang sesuatu semakin kacau aja pikiranku. apalagi masalah sosial. kita kan nggak bisa nuntut seseorang menjadi seperti apa yang kita inginkan. yang kita bisa ya lihat positifnya. negatifnya dianggaplah maklum (kalo emang itu sesuai porsi maklum), toh manusia emang nggak sempurna.

    ReplyDelete

addinaf

hersketch