Titik

2:06:00 PM

Semoga begini akan selalu menyenangkan.
walaupun ini akhirnya bakalan lebih nyakitin kalo dibandingin kita "ngudahin" ini dari awal-awal,

berawal dari post saya beberapa saat lalu, In Our Arrogances, We Questioned yang kemudian mendapat respon cukup positif. lalu saya membaca post terbaru blog teman saya Bayu Ardiyanto . kata teman saya yang biasa saya panggil ucup itu, bisa dibilang post itu merupakan 'tanggapan' nya atas post saya yang itu tadi .

saya berpikir, di mana hubungannya.
sampai saya membahas dua post tersebut dengan teman saya Ica.
(dan bisa dibilang ini adalah tanggapan dari kedua post tersebut, entah benar benar saling berhubungan atau tidak :p)

dua hal yang membuat kami berpikir adalah;
Karena hal paling malas adalah ketika sudah sampai lalu bingung mau apa. Selesai.

dan
Because i (still) try to believe,
it’s truly not about destination, but the journey.

jadi sebenernya semuanya ini masalah proses ? bukan tujuan akhir ? bukannya setiap proses punya tujuannya masing masing ? begitu pikir saya.

namun kata teman saya ica, kalo tujuannya udah jelas nggak bakal tercapai, kenapa nggak bertahan aja di proses itu, di proses yang menuju ke tujuan yang nggak bakalan kesampean itu ?

pertanyaan selanjutnya adalah:
jadi tujuan dari prosesnya itu adalah si 'proses' itu sendiri ? -__-"

menurutnya tujuannya ya itu, sesuatu yang dia bilang nggak bakal kesampean itu tadi, tapi di sini kasusnya, orang yang menjalani masih bersenang senang di proses itu tanpa berniat mengakhiri proses tersebut.

orang-orang yang tujuannya jelas nggak bakalan kayak yang mereka harapin makanya mereka lebih milih buat mengulur-ulur waktu di proses ketimbang harus sampe finish dari proses itu .

padahal, di sisi lain, dosen Estetika Dasar saya pernah berkata bahwa: Anda harus tahu kapan harus berhenti dalam sebuah proses.

kalau menurut saya sendiri, kalau kita sudah sampai pada tujuan proses tersebut, pasti muncul lagi tujuan tujuan lain, yang berarti masih akan ada proses proses baru yang lain .


sama seperti titik . sebuah cerita nggak akan bagus kalau nggak ada titiknya, kan ?
saya sendiri bingung mau menulis apa .

semoga begini akan selalu menyenangkan, adalah tanggapan yang tepat, mungkin ? :)

Titik .

You Might Also Like

0 comments